Ujian itu cinta yang eksklusif…

ujian itu partikel keharmonian hidup..

Ujian itu cinta yang eksklusif…

ujian itu partikel keharmonian hidup..

42 notes

Maju Tak Gentar, Membela Yang Benar.. Tak Akan Surut Walau Selangkah, Tak Akan Henti Walau Sejenak .. ^_^

Maju Tak Gentar, Membela Yang Benar.. Tak Akan Surut Walau Selangkah, Tak Akan Henti Walau Sejenak .. ^_^

Penghubung, Bukan Penghujung

Dalam sebuah konspirasi busuk Hasan Al Banna akhirnya mati kehabisan darah di rumah sakit tanpa mendapatkan pertolongan. Lukanya tidak parah sebab setelah ditembak justeru dia yang memapah pengawalnya yang luka parah ke rumah sakit.
 

Ia meninggal sebab pihak rumah sakit telah mendapatkan perintah agar membiarkannya sampai mati. Di kamar rumah sakit bukan dokter yang berdiri menemaninya tapi seorang polisi bersenjata lengkap yang menunggu sampai ia betul-betul tewas.



Sayyid Quthb di gantung oleh orang yang selama ini memanggilnya abang. Kepala penjara yang setiap hari menyiksanya menyatakan dengan tegas dihadapan adik perempuannya bahwa kalian orang baik bahkan orang terbaik yang ada di negara ini. Tapi tetap saja Sayyid Qutub digantung.

 

Zainab Al Ghazali seorang ibu tidak berdosa harus menjadi santapan anjing lapar di penjara sempit dan berbau. Berhari-hari, berbulan-bulan bahkan sampai bertahun tahun ia tinggal dalam sel penyiksaan itu. Padahal ia hanya seorang perempuan biasa yang setiap hari menyampaikan ceramah dari satu rumah ke rumah yang lain, dari satu majlis ke majlis yang lain.

 

Antum tahu ikhwah mengapa mereka mendapatkan semua itu? Karena mereka sedang memperjuangkan Islam yang menegara.

 

Hari ini kita hanya di cemooh, kita hanya dikomentari oleh orang-orang yang tidak paham terhadap apa yang kita yakini ini. Kita hanya di ancam untuk dibubarkan. Belum diminta menyerahkan nyawa.

 

Tetaplah di sini, biar mereka faham mengapa kita begitu mencintai dakwah ini. Tegarlah di sini sampai akhirnya Allah memanggil kita dengan keridhaannya…

 

-Ustadz Ahsanur Ahmad, Lc-

 

(Source: dhzblog.com)

3 plays

inget jaman SMA dulu, suka juga dengan lagu ini ^_^

Everything you do
don’t forget that Allah is above
Everytime you want to pray
Let Allah guide your way 2x

Kehidupan remaja (kehidupan remaja)
Slalu penuh dengan problema
(problema hidup yang mendera)
hidup yang slalu kian mendera (kadang nikmat)
dan kadang juga bikin kita lupa daratan

Hee..ya..aa..hee…yaa

Jangan kau terpedaya (dengan nikmat dunia)
yang tawarkan kenikmatan maya
(kenikmatan maya semata)
yang bisa bikin kita gelap mata (terlena)
dan terpedaya pikiran kita pusing dibuatnya

Hee.. ya..aa…hee..yaa

Reff:
Jangan terlena (jangan terlena) dengan nikmatnya dunia (nikmat dunia)
Jangan mencoba (jangan mencoba) untuk mendekatinya
Jangan terlena (jangan terlena) dengan sgala tipu dayanya (tipu dayanya)
Jangan mencoba (jangan mencoba) untuk menghampirinya

He..yaa..aa he yaa…Oya..ya..ya..

Kehidupan remaja (kehidupan remaja) jangan mau terjerumus celaka (nikmati hidup dengan ceria)
Nikmati hidup dengan ceria (jangan lupa) dan jangan lupa untuk selalu beribadah kepadaNya

He..yaa..aa..he yaa..Oya..yaya…

Inna sukuuta al-aqwiyaa laisa dha’fun. Innamaa huwa furshatun lid-dhu’afaa an yatakallamuu qabla an yasmuthuu lil-abad

(Diamnya orang-orang yang kuat, bukan mencerminkan kelemahan. Namun ia memberikan kesempatan kepada orang-orang lemah untuk puas hati berbicara, sebelum mereka dibungkam dan diam selamanya)

pepatah arab

(Source: bersamadakwah.com)

How many faces can you find? :)

How many faces can you find? :)

*Dosa Media Massa

Paul Johnson, penulis Amerika kelahiran 1928 pernah menulis sebuah paper yang sangat menarik untuk dipikirkan. Dia mendaftar tujuh dosa besar media massa. Saya kira, mendengarkan pendapatnya mungkin akan bermanfaat bagi kita semua, maka agar diketahui banyak orang dan bisa menjadi bahan pemikiran, berikut saya tuliskan ulang lima dosa besar tersebut (dengan bahasa dan konteks kita):

1. Distorsi informasi.
Banyak jurnalis/media massa yang memiliki kecenderungan men-distorsi informasi. Mereka tidak ‘berbohong’, tapi meraka sengaja mendistorsi informasi dan fakta2 pemberitaan. Dikaburkan, ditambahi bagian yang paling seru, dihilangkan bagian yang tidak menarik atau bisa mengurangi level seru, hebohnya. Mereka tidak berbohong, tentu saja mereka masih punya etika, tapi mereka sengaja mendistorsi. Silahkan baca, tonton begitu banyak berita/liputan, maka kita akan segera tahu mana distorsi informasi tersebut. Mulai dari bagaimana memilih judul, memilih paragraf pembuka, menggunakan gaya bahasa.

2. Menggunakan ‘gambar2, ilustrasi, dsbgnya yang tidak relevan’
Semua orang seharusnya tahu, jurnalis, media massa, memiliki kekuatan penuh untuk menyiarkan atau tidak menyiarkan sebuah berita/informasi. Apakah kita berpikir mereka memberitakan semuanya secara adil, lengkap, berimbang? Tidak. Bahkan dalam kasus tertentu, mereka suka sekali menggunakan ilustrasi, gambar, foto, video yang bahkan tidak ada hubungannya dengan berita sepanjang itu bisa membuat pembaca/penonton suka. Contoh ekstrem dari kasus ini: ada kecelakaan pesawat terbang, tidak punya fotonya, maka mereka pakai foto kecelakaan lain yang seolah lebih dahsyat sebagai background siaran, diletakkan besar2 di belakang anchor, yang terlihat seperti lagi kebelet ke belakang saking semangatnya membawakan acara.

3. Menerobos kehidupan pribadi
Apakah jurnalis/media massa itu punya privacy? Apakah mereka mau keluarga mereka, aib mereka diobrak-abrik? Tanyakan saja, pasti jawabannya tidak mau. Coba lihat, ada stasiun televisi, setiap saat ribut membuka aib orang lain, tapi aib bos-nya sendiri sama sekali tidak pernah diliput. Lucu sekali. Maka bagaimana mungkin jurnalis/media massa bisa berpikir seimbang? Media massa merusak batas2 privacy. Mereka menghancurkan definisi privacy. Bahkan mereka mungkin lupa, dalam agama, melindungi aib orang lain adalah kebaikan, karena dengan begitu Tuhan akan melindungi aib kita.

4. Pembunuhan karakter
Apakah angka kasus pembunuhan kriminalitas di dunia nyata tinggi? Maka juga tinggi pula angka pembunuhan karakter oleh media massa. Dan lucunya, sebaliknya, ada karakter tertentu, yang mungkin punya uang, kedekatan, atau apalah dengan jurnalis, justeru disanjung2, diangkat2 dengan serangkaian berita/liputan yang lebay dan tidak penting. Media massa berdosa atas kesalahan penilaian pembaca terhadap karakter2 tertentu.

5. Eksploitasi seks demi rating/sirkulasi
Memalukan memang. Amat memalukan. Tapi adalah kenyataan, media massa tidak segan2 menggunakan eksploitasi seks sebagai alat mengangkat rating/sirkulasi. Maka lebih mudah dipahami jika mereka tidak segan menggunakan cara2 rendahan lain demi mengangkat rating media mereka. Astaga, eksploitasi seks saja mereka tega, apalagi hal kecil macam lawakan tidak mutu, menjelek2an, itu sih kecil saja dibanding seks.

6. Meracuni pola pikir anak-anak
Ini dosa besar berikutnya dari media massa. Apakah mereka peduli dengan pentingnya menanamkan karakter, pendidikan moral pada anak2? Sebaliknya, mereka meracuni pola pikir anak-anak dengan informasi, liputan, dsgbnya. Anak2 tumbuh lebih cepat karena media massa, dan banyak yang tidak terkendali. Siapa yang memberikan gaya sopan-santun hari ini? Media massa menjadi bagian meracuni pola pikir anak-anak. Jangankan anak-anak yang belum bisa menyaring dengan baik, orang dewasa pun diracuni dengan pola hidup merusak.

7. Penyalahgunaan media untuk mencapai tujuan tertentu
Ini jelas sekali. Media massa sekarang banyak yang sebagai alat untuk mencapai tujuan individu, penguasa media tersebut. Melupakan kalau media massa adalah alat kontrol, alat keseimbangan. Mereka justeru menggeser keseimbangan. Penyalahgunaan nilai2 mendasar dari jurnalisme ini terlihat di mana2, tidak perlu penjelasan panjang lebar lagi.

Apakah masih ada media massa yang peduli? Bertanggung jawab? Saya tidak tahu. Dan jangan mendebat soal manfaat media massa. Kita tahu sekali jelas media massa punya sisi manfaat, dan boleh jadi amat besar. Tapi kita tidak bisa melupakan sisi negatifnya. Toh, saya hanya menulis ulang pendapat Paul Johnson. Silahkan protes ke dia kalau ada yang keberatan. Boleh jadi pendapatnya tidak valid, tidak benar semuanya, tapi melakukan refleksi atas tulisan ini pasti bermanfaat, setidaknya mulailah berhati2 demi anak2 kita, demi remaja2 kita. Berikan mereka pemahaman, proteksi. Jika kita tidak siap menandingi media massa tersebut dengan alternatif tulisan, tontonan, dsbgnya, maka ikut mengingatkan orang lain adalah perbuatan yang sangat kongkret. Selalu kunyah berkali2 setiap informasi dari media massa, gunakan saringan yg baik, dan segera tinggalkan tontonan, berita yang jelas2 tidak bermanfaat dan berguna.

sama, di indonesia media massa berpihak pada kepentingan individu, siapa yg punya saham terbesar dia yang berkuasa.. :( (terutama media televisi)

1 note

Rencana Allah selain indah juga baik u/ kita :)

Rencana Allah selain indah juga baik u/ kita :)

32 notes

like pet like me.. chua book :)

1 note